Baru atau Hanya Akan jadi Masa Lalu?

Baru atau Hanya Akan jadi Masa Lalu?
by diraoktav


Aku pernah jatuh sedalam-dalamnya.
Kukira… Namun nyatanya, itu belum dalam.
Aku yakin…
Karena saat ini, Aku kembali jatuh.
Mungkin ini yang sedalam-dalamnya.

(sumber : http://prfmnews.com/images/wanita%20sendiri.jpeg)

Walaupun aku baru mengenalnya, dengan waktu yang sangat singkat, ku izinkan hatiku kembali jatuh untuk orang yang baru. Bodoh memang. Tak pernah ku duga hatiku jatuh terlalu dalam. Niat hati hanya ingin melihat permukaannya, nyatanya aku jatuh sampai ke dasarnya. Kubiarkan hatiku terus menyelam sampai ia berhasil menemukan apa sebenarnya yang ia inginkan.

Sosok laki-laki yang sangat bertentangan dengan kriteriaku, berhasil mencuri perhatian dan sayangku. Tak bisa kutolak perasaanku. Tak bisa kuhindari hatiku. Setelah pernah tersesat dan tak tahu kepada siapa sebenarnya hati kuberikan.
Mengapa baru kali ini seyakin ini?
Mengapa hanya hitungan hari hati ini sudah sangat berani menentukan pemiliknya?

Dengan orang baru yang hatinya masih tidak kutahu. Dengan orang baru yang pikirannya belum bisa kutuju. Dengan orang baru yang perhatiannya belum bisa kusentuh. Dengan orang baru yang belum kutahu apakah memang cinta dan sayangnya untukku.

Aku yang awalnya hanya berani memendam rasa kepadanya, tidak bisa kusembunyikan lagi rasaku yang terlalu amat sangat dalam untuknya. Dengan bodohnya kunampakkan dengan jelas perhatian dan cintaku tanpa mengetahui isi hatinya terlebih dahulu. Tanpa memerdulikan apa kata orang lain, apa pendapat orang lain, apa saran dan masukan orang lain, hatiku masih dengan bodohnya tetap bertahan untuk memberikan semua rasa kepadanya.
.
.
.
.
.
Ada perasaan lega, ada perasaan bahagia, ada perasaan yang tidak bisa kugambarkan seperti apa lagi deskripsinya, di saat aku tahu dia ternyata punya perasaan yang sama. Walaupun jelas saja rasaku lebih besar dari rasanya. Tak apa bagiku. Itu sudah cukup. Tak ingin kubiarkan hatiku serakah untuk memilikinya. Biarkan saja semuanya mengalir apa adanya.

Dengan sifat cuek dan gengsi yang amat besarnya, ia memberikan perhatian dan sayangnya dengan caranya sendiri. Dengan rasa cemburunya yang sangat besar, dengan sifat acuh tak acuhnya tidak mengurangi sedikit rasaku terhadapnya. Aneh memang. Aku yang dulunya bisa dengan mudah menguasai hati seseorang, yang bisa dengan mudah tidak menghiraukan seseorang. Sekarang. Semua berbeda. Dia yang tidak bisa sama sekali tidak kuhiraukan, dia yang sama sekali tidak bisa kudiamkan, dia yang tidak bisa sama sekali kubiarkan sendirian. Kenapa aku berubah sejauh ini? Untuk seseorang yang baru kusentuh hatinya, berhasil menyeretku ke dalam rasa yang amat sangat besar. Aku tak pernah seperti ini sebelumnya.



Hatikupun masih seringkali bertanya.
Mengapa bisa seperti ini?
Mengapa bisa aku jatuh sedalam ini?
Mengapa bisa aku sangat amat terlalu mencinta seperti ini?
Mengapa bisa aku bertahan dengan keadaan seperti ini?

Orang baru yang hatinya sampai saat ini belum kutahu untuk siapa ia labuhkan. Apa benar memang untukku? Atau tetap untuk seseorangnya di masa lalu? Aku terlalu takut untuk mencari tahu semua itu. Baru kali ini, rasa penasaranku terkalahkan dengan rasa takut kehilanganku. Aku terlalu mengambil risiko tak bersamanya. Aku terlalu takut untuk tidak bisa bersamanya. Kubiarkan rasa penasaranku kalah. Aku belum bisa kehilangannya. Aku belum siap kehilangan seorang baru ini yang notabenenya belum kumiliki.

Meskipun sering ia tegaskan bahwa hatinya sudah ia berikan kepadaku, meskipun sering ia katakan pilihannya sudah aku. Meskipun sering ia utarakan perasaannya dalam untukku…
Sampai saat ini, aku belum yakin bahwa hatinya memang benar-benar untukku. Lagi-lagi ketakutanku membuat hatiku menjadi kacau balau.

Untuk orang baru yang hatiku sudah kuberikan seutuhnya…
Aku tahu masih ada perasaanmu di masa lalu ..
Aku tahu masih ada cintamu di masa lalu..
Aku tahu masih ada kebohonganmu yang selalu kau berikan kepadaku ..
Aku tak ingin menuntut ini itu ..
Aku tak ingin mencari tahu apa ini apa itu ..
Aku tak ingin membongkar kebohonganmu..
Lagi-lagi hatiku yang terlalu lugu, lebih memilih diam dan pura-pura tak tahu daripada harus memilih kehilangan seseorang sepertimu. Lagi-lagi hatiku memilih untuk tetap memberikan semua perasaannya kepadamu, meskipun hatiku tahu, hatimu belum utuh kepadaku.

Untuk orang baru yang hatiku sudah kuberikan seutuhnya…
Aku hanyalah perempuan lemah yang punya cinta..
Aku hanyalah perempuan naif yang punya ketulusan
Aku hanyalah perempuan bodoh yang memberikan kasih dan sayangnya yang teramat dalam.
Apalah aku, yang tak seperti perempuanmu di masa lalu, yang sampai saat ini belum mengerti apa inginmu. Aku hanyalah perempuan yang mau bertahan dan tetap bersamamu, menemanimu, memberi semua perasaanku, hanya untuk kebahagiaanmu.

Untuk orang baru yang hatiku sudah kuberikan seutuhnya…
Jika memang pilihanmu bukan aku,
Jika memang hatimu belum dan bahkan memang bukan punyaku,
Satu yang perlu kau tahu, hatiku memang sudah kuberikan seutuhnya kepadamu.
Cukup dengan kau rasa, atau hanya ingin sekadar tahu, atau memang memilih hidup bersamaku.

Bersamamu dengan waktu yang sangat amat singkat, sudah cukup buatku. Sudah cukup buatku menikmati waktu yang berharga bersamamu. Sekali lagi, tidak ingin kubuat hatiku serakah. Tak ingin kubuat hatimu menjadi gundah. Hanya dengan sekadar kau tahu perasaanku yang amat sangat begitu dalam buatmu, itu sudah cukup bagiku.

Untuk orang baru yang hatiku sudah kuberikan seutuhnya..
Hatiku memang sudah menjadi punyamu ..


Rabu, 6 Desember 2017
01:17
dinss

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Baru atau Hanya Akan jadi Masa Lalu?"

Post a Comment